Thursday, 20 July 2017

Ternyata Sama (Puisi Cinta)

Ternyata Sama 


Oleh Nilam Fajar Mahyumi 


Betapa mengetahui lewat mata
Betapa menyimak lewat telinga
Ternyata sama saja yang diterima

Bagaimana tidak?
Ia yang diharapkan
Ternyata, ya!
Ya, diharapkan orang lain pula

Apa yang mereka terima
Ternyata sama saja yang kuterima
Bukan pahit, bukan sesak
Melainkan kejutan

Bagaimana tidak?
Ia yang ramah
Ia yang penuh cita
Tanpa bersandiwara

Sunday, 9 July 2017

syair Membawa Riuh Menjadi Sepi

Membawa Riuh Menjadi Sepi

oleh: Nilam Fajar Mahyumi


Sepi.

Sepi rasanya
Sepi terasa
Rasanya sepi
Rasa sepi

Riuh.

Riuh melupa
Riuhnya dilupa
Melupa Riuh
Lupa riuh

Tetap saja merasa cemas
Masih saja merasa gundah

Sedikit pesan
Eratnya hubungan
Menjadikan kira semakin dalam
Bukan teater namun dramatis!

Wajar, sebagaimana mestinya
Masih dalam, masih terasa
Tak apa. 

Syair Rantau Membawa Rindu

Rantau Membawa Rindu

oleh: Nilam Fajar Mahyumi


Kalanya, rasa bebas, indah bayangannya
Kalanya, jauh dan lama, hebat rasanya

Kala ini, kontras sangat terasa
Merasa perlu bertanya
Merasa perlu bercanda
Merasa perlu bercerita

Tahukah ungkapan terbaik?
Merasa perlu bertemu!

Apapun membawa rindu

Syair Rantau Membawa Rasa

Rantau Membawa Rasa

oleh: Nilam Fajar Mahyumi


Mengapa rasanya bisa sesepat ini?
Memang tanda tanya
Tak biasa karenanya
Sakit begitu, sesak pula

Laluku tak begini
Ada rasa ini namun tak penuh
Ada rasa ini namun tak dalam

Khawatir berlebih karena mereka
Baikkah mereka?
Sehatkah mereka?
Rindukah mereka?
Nyamankah mereka?
Bahagiakah mereka?

Penuh tanda tanya yang, sebenarnya, mudah terjawab
Menurutmu, apa yang membuat orang terpisah?

Bak putri duyung menjatuhkan mutiara
Kata orang, akan lega jika melakukannya
Nyatanya, belum!
Rasanya masih luar biasa
Sangat tidak biasa
Gusti Pangeran! Tolonglah!