Sunday, 31 December 2017

Puisi Sang Penantipun Berdongeng

Sang Penantipun Berdongeng

oleh: Nilam Fajar Mahyumi


Ketika aku hendak menjeda,
mengapa datang seseorang?
Mungkinkah ia Adam?

Halusinasi beromansa cinta
Kini, aku lebih berani
Tak lagi bersikap munafik
Untuk apa karenanya?

Tak lagi bertingkah berlebihan
Cukup mengalir dengan gemercik usaha
Akankah itu cukup?

Capung bertanya, "Apakah engkau mampu mengerti?"
Lalu akupun menjawab, "Mengerti akan apa?"
"Tentu saja batasan drama dan realita." jawab capung
Dengan 80% keyakinan, akupun bersuara, "Tenang saja."

Itu cukup membuat capung percaya
Bagaimana tidak?
Sang penanti, aku, merasa terganggu
Sang Adam penyebabnya
Sampai-sampai banyak tulisan kulewatkan
Hanya untuk menulis dongeng tentang Adam, milikku.
Biarkan aku berdongeng, sesaat saja.