BENDUNGAN
oleh Nilam Fajar Mahyumi
Getar gurau dan debat
Berlanjut hingga peluh menetes
Terukir indah dengan prahara
Bersatu beralunan
Dalam lingkaran berporos
Lalu berputar dan tak pernah putus
Emosi dan hasratnya egois
Namun, bendungan bertahan
Luapannya menjadi normal
Rasanya seperti perang
kehendak berharap-harap
Tertuju elok pada akhirnya
No comments:
Post a Comment
Diperbolehkan menyebarluaskan karya, namun HARUS mencantumkan nama penulis. Terima kasih.