Berdalang Bahasa Tidak Bersama
oleh: Nilam Fajar Mahyumi
Seikat buah bibir bermakna fana
Sebuah janji yang diterpa
Hebat sekali manusia berdalang
Meniti hubungan lewat bahasa
Bak bayangan pada pukul 12 siang
Terlihat jelas buramnya
Bahkan gelap tampaknya
Hingga garis berdalih tegas
Sayang sekali, bukan ungkapan cinta
Bahasa palsu terus merintih
Paksaan ego hendaknya dibungkam
Agar jerih payah tak menjerit
"Dapatkah kau dengar?"
Denging telinga tak acuh lagi
"Sudahkah aku terganti?"
Betapa yang lalu tak lagi diingat
Berkumpulpun tak ada kritik
Mendekatpun tak ada bising
Menempelpun tak ada hati
Melirikpun hanya sedetik
Lantas bagaimana dengan sumpah kelingking
Menapak ramai pada dunia maya
Mungkinkah harus menunggu sakit?
Agar tumbuh rasa dalam-dalam
Menanyakan realita pada skema
Tak ada guna mendengar 'kini'
Jika tak punya ingin di hati
Apalagi bersusah perwajahan
No comments:
Post a Comment
Diperbolehkan menyebarluaskan karya, namun HARUS mencantumkan nama penulis. Terima kasih.