Friday, 24 November 2017

Puisi Berdalang Bahasa Tidak Bersama

Berdalang Bahasa Tidak Bersama


oleh: Nilam Fajar Mahyumi


Seikat buah bibir bermakna fana
Sebuah janji yang diterpa
Hebat sekali manusia berdalang
Meniti hubungan lewat bahasa

Bak bayangan pada pukul 12 siang
Terlihat jelas buramnya
Bahkan gelap tampaknya
Hingga garis berdalih tegas

Sayang sekali, bukan ungkapan cinta
Bahasa palsu terus merintih
Paksaan ego hendaknya dibungkam
Agar jerih payah tak menjerit

"Dapatkah kau dengar?"
Denging telinga tak acuh lagi
"Sudahkah aku terganti?"
Betapa yang lalu tak lagi diingat

Berkumpulpun tak ada kritik
Mendekatpun tak ada bising
Menempelpun tak ada hati
Melirikpun hanya sedetik

Lantas bagaimana dengan sumpah kelingking
Menapak ramai pada dunia maya
Mungkinkah harus menunggu sakit?
Agar tumbuh rasa dalam-dalam

Menanyakan realita pada skema
Tak ada guna mendengar 'kini'
Jika tak punya ingin di hati
Apalagi bersusah perwajahan 

No comments:

Post a Comment

Diperbolehkan menyebarluaskan karya, namun HARUS mencantumkan nama penulis. Terima kasih.