Menahan Puncak
oleh: Nilam Fajar Mahyumi
Aku bingung mengais masa depan
Berjaga selalu agar tak mundur
Karena apa daya pada masa lalu
Sampai aku temukan memori dalam otak
Untuk apa menyesalkan masa lalu?
Apa guna mempersulit masa depan?
Sedangkan masa kini lebih genting
Kenapa?
Tentu saja tak terlihat dan terdengar sebuah masa depan
Bilamana masa kini tak berdasar
Bilamana masa kini selalu ditundakan
Bilamana masa kini selalu diringkus
Banyaknya embun pada siang hari
Mengisyaratkan kejanggalan
Ya, tentu saja
Bagaimana tidak jika embun harusnya kuresap dini hari
Ketika kicauan bergurau dalam sunyi
Terus saja menatap wajah pada kaca
Menyusuri dunia berjenis maya
Menahan penat atau menunda puncak?
No comments:
Post a Comment
Diperbolehkan menyebarluaskan karya, namun HARUS mencantumkan nama penulis. Terima kasih.