Kapan Puncak Sebatas Angan
oleh: Nilam Fajar Mahyumi
Angin saja terasa
Mengapa banyak orang merendahkannya?
Lalu-lalang belalang menjerit gembira
Entahlah, itukah kegembiraan?
Dalam tiupan angin hebat, belalang tak berkutik
Kata siapa? Mereka selalu tergoyah
Namun kepalan telapak menempel kuat pada ilalang
Lalu bagaimana dengan angan?
Separuh penuh harap
Tetapi ditakuti
Apakah sebuah angan akan menjadi senang?
Tentu saja tidak
Patutnya angan akan dipuja
Tetapi mengapa banyak orang tak inginkan itu?
Banyak alasan.
Banyak alasan pada hati manusia
"Aku takut jatuh!"
"Aku tak mau rendah."
"Bagaimana jika itu menyakitkan?"
"Sudah! Cukup! Sampai disini saja."
"Pergi! Aku tak mau kecewa. Terima kasih."
Alasan mengapa puncak selalu menjadi angan yang tak tersentuh
Maknai itu!
No comments:
Post a Comment
Diperbolehkan menyebarluaskan karya, namun HARUS mencantumkan nama penulis. Terima kasih.