Meniti Romansa Jiwa
oleh: Nilam Fajar Mahyumi
Kala muncul sebuah tuah
Pada terik dan gempita hari
Ada saja berburuk sangka
Akan benda yang hidup sempurna
Hela berat tak lagi terkejut
Demi jiwa yang bermerah muda
Sumpah, sulit menahan gelap
Bagai tarik pada sehelai benang
Sungguh.
Datang berganti tanpa ijin
Sungguh.
Sesak berdrama demi api dalam kandang
Meniti hati menuju senja
Mengikat mulut menuju fajar
Romansa jiwa agar tak rapuh
Membiasa diri untuk bersikap
Jakarta, 8 Januari 2018

No comments:
Post a Comment
Diperbolehkan menyebarluaskan karya, namun HARUS mencantumkan nama penulis. Terima kasih.