Nuansa Masam
oleh: Nilam Fajar Mahyumi
Pembatas tak lagi jelas
Ketika arang menemui batas hampa
Persilahkan ia untuk memilih
Tak hanya itu, persiapkan ia mendengar dan merasa
Akibat seperti apa yang akan diterima
Karena karma selalu bertanya, "Kepada siapa?"
Jelas saja manusia tak mau terlihat berdosa
Hikayat mampu memberi rasa nostalgia
Indah, sakit, asin bahkan rusak
Penyebab aura bernuansa macam-macam
Entah itu manis atau masam
Tak perlu kuatir karena ada pembatas yang masih mampu,
untuk menarik sepatu
agar tak jatuh maupun menginjak
Bukan terinjak karena perisai ada pada semua manusia
Ularpun bertanya, "Mengapa engkau mengabaikan semut di bawahmu?"
"Tak sekalipun aku melihatnya. Sungguh." teriak sang rubah
Hingga anginpun ikut bertindak.
Jika dipikir, untuk apa? Siapa memang?"
Bahkan rasapun mampu menipu
Apalagi bibir.
Namun, siapa sangka jika sang rubah berkata jujur.
Itu mengapa sebuah 'andai' perlu sebuah 'bukti'.
Surakarta, Desember 2017
No comments:
Post a Comment
Diperbolehkan menyebarluaskan karya, namun HARUS mencantumkan nama penulis. Terima kasih.